Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Menjelang Delapan Belas

Kisah  ini dimulai dari ketidaksengajaan, eitss tapi halal ya hehe. Lalu berjalan seperti pada umumnya. Kata ibuku dulu beliau ngidamnya itu kopi. Jadi terlahirlah aku, seorang bayi kecil yang hitam manis tentunya, kata ibuku si begitu. Kemudian si bayi kecil ini tumbuh menjadi anak yang manja, kata orang-orang si begitu tapi menurutku enggak. Aku cukup mandiri kok, kata guru TK aku dulu juga begitu. Dulu itu aku cukup usil, nakal, tapi cengeng. Pernah aku jedotin kepala temenku ke tembok, tarik-tarik rambut, umpetin sandal anak kecil sampai ibunya kerumahku tapi untungnya aku masih main haha. Tapi semuanya berujung aku nangis, makanya aku dicap cengeng. Waktu TK aku jadi MC perpisahan loh dan ketika aku lagi baca aku liat ibuku nangis terharu huhuhu. Kemudian masuk ke SD disini hidupku enggak jauh jauh dari kata hitam, manja, cengeng. Disini juga awal rumor percintaan yang sampai sekarang masih menjadi rumor, ya emang cuma rumor. Tapi bohong kalau enggak ada yang terbawa suasana. ...